Pemdes Himbau Masyarakat Kurang Mampu Segera Urus Jaminan Kesehatan

Riskianto, A.Md. 19 Desember 2016 11:55:32 WIB

Sawahan (SID) – Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul merupakan satu-satunya Kabupaten di DIY yang telah mengintegrasikan Jamkesta ke BPJS sehingga tercetak KIS (Kartu Indonesia Sehat) APBD. Pada tahun 2016 telah dialokasikan sebanyak 10.000 peserta yang telah habis terpenuhi.

Pada tahun 2017 ini, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menawarkan alokasi sebanyak 10.000 peserta untuk seluruh warga masyarakat miskin di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Masyarakat miskin yang belum terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan PBI (Penerima Bantuan Iuaran) diharapkan segera melakukan pendaftaran.

Sampai hari ini, Sabtu (17/12) Pemerintah Desa Sawahan telah mengirimkan 167 data hasil verifikasi dan validasi Data JKN PBI dan telah meregister pendaftar KIS APBD sebanyak 75 data tercecer yang didaftarkan secara kolektif oleh Pemerintah Desa melalui TKPK Desa serta 355 data miskin baru yang mendaftarkan secara mandiri. Menurut informasi dari Dinas Sosial Desember 2016 ini dalam proses pencetakan KIS APBD. Mudah-mudahan data yang telah didaftarkan tersebut bisa tercetak dalam waktu dekat ini.

Riskianto, A.Md. Kasi Pelayanan Desa Sawahan mengungkapkan bahwa data yang didaftarkan secara kolektif telah dikirim ke Dinas Sosial yakni kategori data tercecer dimana dalam satu keluarga terdapat anggota keluarga yang tidak mendapat jamkes PBI. Untuk pendaftar kategori 3 atau miskin baru dimana dalam satu keluarga tidak ada yang mendapat jamkes, maka harus mengurus secara mandiri mulai dari TKPK Desa, TKPK Kecamatan, dan Dinas Sosial. Riski berharap agar rekomendasi yang telah dibuat dari TKPK Desa segera ditindaklanjuti agar bisa segera diproses mengingat quota yang terbatas.

Berdasarkan pengalaman, banyak masyarakat yang tidak menindaklanjuti surat rekomendasi dari TKPK Desa yang telah dibuat khusus untuk kategori 3. Pemerintah Desa terus mendorong masyarakat kurang mampu agar segera mengurus jaminan kesehatan mumpung masih diberikan kesempatan mendaftar agar bisa menjadi peserta Jamkes PBI. Diharapkan kesadaran masyarakat dan peran Dukuh untuk membantu menyisir warga masyarakat kurang mampu agar segera mengurus jamkes. (rizkya)

 

Sumber Foto: google

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • walsiyat
    kenapa ayah,ibu,anak dapat kartu kartu indonesia s...baca selengkapnya
    08 September 2024 23:27:31 WIB
  • Daniel de Salawanhi
    Apakah pengurusan PTSL dengan SP2BT betulkah tidak...baca selengkapnya
    06 September 2024 21:54:19 WIB
  • Fajar Sidiq Ahmad Nurwijayanto
    minimal link terkait dengan bitly di benerin min, ...baca selengkapnya
    30 Maret 2024 10:07:20 WIB
  • Dewi Fitri
    Assallammualaikum.. Nama Saya Ibu Dewi, saya hidup...baca selengkapnya
    23 Maret 2024 11:15:09 WIB
  • Zakariya
    Apakah Waris, persyaratan yang dibutuhkan untuk fo...baca selengkapnya
    23 Maret 2024 02:57:56 WIB
  • Nur diana
    Cara pendaftaran online pasien setelah perpanjanag...baca selengkapnya
    05 Maret 2024 10:11:13 WIB
  • Nur hasanah
    Cari nama nur Hasanah apakah terdaftar sbg penerim...baca selengkapnya
    20 Februari 2024 12:39:20 WIB
  • isnaniyanti
    belum pernah dapet bantuan...baca selengkapnya
    17 Februari 2024 09:23:10 WIB
  • Ina sulastri
    ...baca selengkapnya
    03 Februari 2024 11:16:18 WIB
  • Fenny Tomkouw
    Kenapa saya tidak pernah mendapatkan bantuan banso...baca selengkapnya
    02 Februari 2024 11:53:31 WIB
Galeri Foto
Talkshow Smart FM
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial